3 Juta BTC Hilang, Apakah Bisa Ditemukan Kembali?



Harga Bitcoin terus naik, sebagian dipicu oleh jutaan BTC yang hilang. Fenomena ini membuka peluang unik sekaligus tantangan yakni perburuan digital alamat Bitcoin yang tak lagi aktif.

Melambungnya Harga Bitcoin dan Perburuan BTC Dormant

Bitcoin (BTC) saat ini kembali menjadi sorotan dunia setelah harga per kepingnya melambung tinggi dan mencetak rekor baru. Dalam beberapa tahun terakhir, BTC telah mengalami kenaikan nilai yang luar biasa. Di balik euforia tersebut, terdapat fenomena menarik yang turut memberi kontribusi terhadap kenaikan harga: banyaknya Bitcoin yang hilang atau tidak dapat diakses lagi.

Bitcoin Hilang dan Tidak Aktif dan Dampaknya Terhadap Nilai BTC

Data menunjukkan bahwa sekitar 20% dari total suplai BTC — atau setara dengan lebih dari 3 juta BTC — diperkirakan hilang secara permanen. Karena total suplai BTC dibatasi hanya 21 juta koin, keberadaan BTC yang "hilang" ini berpengaruh signifikan terhadap kelangkaan dan, pada akhirnya, terhadap harga BTC itu sendiri.

"There is a finite supply of Bitcoin, and every lost coin makes the remaining ones more valuable."
Andreas M. Antonopoulos, pakar Bitcoin

Fenomena ini menciptakan segmen khusus dalam dunia kripto: alamat-alamat Bitcoin yang disebut sebagai Dormant Addresses, yaitu alamat yang tidak aktif selama bertahun-tahun. Situs seperti Bitinfocharts mencatat peningkatan jumlah alamat BTC yang tidak bergerak lebih dari 5 tahun.

Perburuan Digital: Mencoba Menemukan BTC yang Hilang

Muncul kelompok orang yang mencoba peruntungan dengan metode brute-force — mencoba kombinasi private key secara acak untuk mencocokkan dengan alamat BTC dormant.

"People underestimate how much value scarcity creates. The fact that millions of BTC are lost forever only reinforces its value proposition."
Anthony Pompliano, investor dan analis kripto

Walau peluang sukses nyaris 0%, semangat komunitas tetap tinggi. Ruang alamat Bitcoin memiliki lebih dari 10^48 kemungkinan, membuatnya hampir mustahil ditembus secara acak.

Estimasi BTC Hilang dari Tahun ke Tahun

  • 2010: ~500.000 BTC
  • 2015: ~1.000.000 BTC
  • 2020: ~2.500.000 BTC
  • 2024: >3.000.000 BTC

Mengapa Orang Tetap Mencoba?

Beberapa alasan utama:

  • Harapan Keberuntungan dan jadi miliarder
  • Imbalan Potensial: 1 wallet bisa bernilai miliaran
  • Eksperimen Akademik
  • Komunitas yang solid dan aktif

Contoh Kode Brute Force

from bitcoin import *
import random

while True:
    priv = random_key()
    pub = privtopub(priv)
    addr = pubtoaddr(pub)
    if addr in dormant_address_list:
        print("Ditemukan!", addr, priv)
        break
  

Meski hanya ilustrasi, upaya nyata jauh lebih kompleks dan menggunakan GPU yang besar dan canggih.

Jasa Pemulihan Wallet

Berkumpulnya para ahli kripto dalam usaha mencari BTC hilang ini telah menghasilkan teknik dan cara-cara baru yang dapat diterapkan pada kondisi tertentu, misal passphrase yang hilang sebagian. Dan ini menimbulkan peluang bisnis jasa baru. Jasa ini membantu orang yang lupa sebagian frasa sandi dengan teknik dictionary attack, pattern matching, dsb. Ini membuka peluang kerja baru.

Alamat Dormant yang Aktif Kembali

Beberapa alamat lama dengan ribuan BTC tiba-tiba aktif kembali setelah lebih dari 10 tahun.

  • Pemilik menemukan kembali kunci atau harddisk lama
  • Private key dijual ke pihak lain
  • Kemungkinan kecil: berhasil di-bruteforce

"Some dormant addresses may awaken, but many will stay silent forever. That silence is part of what makes Bitcoin priceless."
Jameson Lopp, CTO Casa

Bagaimana Bitcoin Bisa Hilang

  • Kehilangan private key
  • Lupa passphrase
  • Transfer salah alamat
  • Ditipu scam atau malware

Begini Cara Penipu BTC Menghilangkan Jejak

Beberapa metode umum:

  • Mixers: mencampur transaksi agar tidak bisa dilacak
  • Swap ke Monero atau Zcash
  • DEX tanpa KYC untuk pertukaran anonim

Proyeksi Harga Bitcoin Sampai 2040

Berdasarkan tren kelangkaan dan adopsi global, berikut proyeksi harga Bitcoin:

  • 2025: $100.000 (~Rp 1,6 Miliar)
  • 2030: $250.000 (~Rp 4 Miliar)
  • 2035: $500.000 (~Rp 8 Miliar)
  • 2040: $1.000.000 (~Rp 16 Miliar)

"It’s like digital gold, but more scarce — and we’ve never had that before."
Cameron Winklevoss, pendiri Gemini

Tertarik Berburu Bitcoin?

Perburuan BTC yang hilang bukan hanya tentang imbalan besar. Ini juga menyangkut teka-teki digital yang memikat banyak orang dari seluruh dunia, dari peneliti, kriptografer, hingga pemburu keberuntungan. Komunitasnya tumbuh, tekniknya berkembang, dan semangatnya tidak pudar meskipun peluangnya sangat kecil.

Selama nilai Bitcoin terus meningkat dan rasa penasaran manusia tetap hidup, perburuan digital terhadap BTC dormant akan tetap menjadi fenomena menarik dalam sejarah uang digital.

"What makes these 'mission impossible' efforts continue to be carried out? Nothing other than because everyone's level of luck is different. So, if you want to feel how excited you are hoping to get this treasure, then there are only two things, namely just do it and get miraculous luck."
Deddy K., penulis Ternyataya.com

Deddy K.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Runtuhnya Dominasi Dolar Amerika

Bahasa Melayu sebagai Azimat, Antara Kebanggaan, Politik, dan Keberanian Menggunakannya

Saat Ringgit Naik, Indonesia Yang Panen Untung dari Malaysia