Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Realisme di atas Idealisme Perjanjian Dagang Indonesia Amerika

Gambar
Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat di bawah bayang-bayang kebijakan proteksionis Donald Trump memicu perdebatan sengit di ruang publik. Angka tarif rata-rata 19% yang ditetapkan untuk produk ekspor kita sering kali dipandang sebagai sebuah kemunduran. Namun, di balik angka tersebut, terdapat sebuah kalkulasi geopolitik dan ekonomi yang sangat dingin, sebuah "barter besar" yang dirancang untuk menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global. Kita harus jujur melihat posisi tawar Indonesia. Dengan surplus perdagangan yang menyentuh angka puluhan miliar dolar terhadap Amerika Serikat, Indonesia berada dalam radar utama kebijakan tarif hukuman Trump. Ancaman tarif 32% bukanlah gertakan semata; itu adalah lonceng kematian bagi industri manufaktur dan tekstil nasional yang bergantung pada pasar Amerika. Dalam konteks ini, tarif 19% bukanlah sebuah kekalahan, melainkan sebuah "pajak keamanan" . Presiden Prabowo memilih jalur moder...

Bahasa Melayu sebagai Azimat, Antara Kebanggaan, Politik, dan Keberanian Menggunakannya

Gambar
Bahasa Melayu di Malaysia sering hadir sebagai sesuatu yang dimuliakan. Ia disebut dalam perlembagaan, diperkatakan dalam wacana rasmi, diangkat sebagai tunjang jati diri bangsa, dan dibanggakan ketika menerima tamu. Namun dalam kehidupan seharian—di bilik kuliah, ruang digital, pejabat swasta, atau perbualan santai anak muda—bahasa itu kerap digantikan, dicampurkan, atau ditinggalkan sama sekali. Sebagai pengguna Bahasa Melayu di Indonesia, saya memandang fenomena ini dengan rasa dekat tetapi juga hairan. Dekat, kerana Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia berkongsi akar dan jiwa. Hairan, kerana bahasa yang begitu dijunjung tinggi secara politik kelihatan semakin jarang digunakan dengan yakin dalam praktik harian. Saya sering mengibaratkan keadaan ini seperti azimat . Bahasa Melayu dibungkus rapi, disimpan kemas dalam almari kebangsaan. Ia dikeluarkan pada majlis rasmi, pidato kenegaraan, dan dokumen penting. Ia dibincangkan dengan penuh emosi di kedai kopi dan forum akademik. T...