Desentralisasi Gagal Total? Mengurai Benang Kusut Otonomi Daerah di Indonesia
Mengapa setelah 25 tahun, otonomi daerah belum memajukan Indonesia? Analisis kritis kegagalan Pilkada langsung, dominasi partai, dan solusi untuk pemimpin daerah yang kompeten & akuntabel. Tahun 1998 menandai era baru bagi Indonesia, sebuah era yang digelorakan dengan semangat reformasi untuk meruntuhkan tembok otoritarianisme Orde Baru dan membangun fondasi demokrasi yang lebih kokoh. Salah satu pilar utama reformasi adalah desentralisasi kekuasaan melalui otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkada langsung) . Gagasan ini lahir dari keyakinan bahwa kekuasaan yang terpusat di Jakarta selama Orde Baru telah menyebabkan ketimpangan pembangunan, korupsi merajalela di pusat, dan minimnya partisipasi rakyat di daerah. Harapannya, dengan menyerahkan sebagian besar kewenangan ke daerah, pemimpin akan lebih dekat dengan rakyatnya, pembangunan akan lebih merata, dan birokrasi lebih efisien. Namun, setelah lebih dari dua dekade implementasi, muncul pertany...